Coba kita lihat gambar yang paling bawah, disitu ada gambar meja receptionist dan di dinding paling belakangnya ada logo dan tulisan
“RUMAH SUNATAN”.
Ternyata tempat ini adalah klinik khitan yang memang dibuat sedemikian rupa agar pasien terutama anak-anak yang ingin melakukan khitan bisa merasa nyaman dan tidak ketakutan pada saat memasuki klinik.
“RUMAH SUNATAN” menyediakan berbagai macam metode khitan dari yang konvensional, laser sampai metode terbaru yaitu smart klamp (khitan tanpa jahitan). Harga yang diberikan pun bervariasi dari Rp. 400.000,- sampai Rp. 1.500.000,-
Saat kami melakukan wawancara dengan pemilik “RUMAH SUNATAN” yaitu dr. Mahdian Nur Nasution Spbs beliau mengatakan bahwa klinik yang didirikan khusus untuk melakukan khitan dan dikelola dengan sangat professional di Jakarta bahkan di Indonesia sampai saat ini hanya “RUMAH SUNATAN”
Selama ini khitan atau sunatan di masyarakat
Oleh karena itu “RUMAH SUNATAN” didirikan juga untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat yang ingin mengetahui tentang seluk beluk khitan. Walaupun khitan merupakan proses medis yang sederhana yaitu hanya menbuang ujung kulit yang menutupi kepala penis, tetapi proses ini dapat mengakibatkan efek samping yang sangat berbahaya jika yang melakukan bukan seorang dokter yang sudah mempunyai jam terbang tinggi untuk mengkhitan,kata dr. Mahdian
Ditanya soal interior atau tema yang sangat ceria untuk anak-anak dan nyaman bagi orang tua yang menunggu, dr. Mahdian berkata bahwa warna yang dipilih untuk “RUMAH SUNATAN” merupakan warna yang dapat menenangkan pasien terutama anak-anak.. “kami juga menyediakan mainan bagi anak-anak agar merasa nyaman pada saat menunggu dan tidak ada sugesti ketakutan”. Karena sugesti sangat berpengaruh pada psikologi anak, jika pada awalnya anak sudah cukup tenang, dalam melakukan proses khitan akan sangat mudah dan cepat.
Semoga “RUMAH SUNATAN” dapat terus berkembang dan memberikan pengetahuan tentang khitan kepada seluruh masyarakat di Indonesia, karena diakui oleh dr.Mahdian bahwa saat ini masih banyak masyarakat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar